Sebelum hari ini berlalu dan artinya tulisan tentang kesan-kesan tahun 2011 menjadi basi, saya berniat dengan sepenuh jiwa buat mencurahkan perasaan saya..
Tahun 2011 yang lalu buat saya adalah tahun yang menorehkan banyak kenangan di hidup saya.. Kenangan-kenangan itu seperti tulisan bersejarah yang ditulis di atas batu secara mendalam, sehingga sampai rata-rata umur maksimal manusia, tulisan itu tidak akan hilang dan akan terukir sebagai prasasti.. Seperti itulah kenangan 2011 di hidup saya..
2011..saya mengalami dua hal yang sangat kontras..Dua hal yang sama-sama bisa menitikan air mata tapi dengan alasan dan makna yang sangat berbeda..Dua hal yang disebut kebahagiaan dan kesedihan..atau lebih spesifiknya dalam tulisan ini adalah pertemuan dan perpisahan..Tapi jawaban dari dua hal yang sangat kontras itu cuma satu: takdir.. Memang sudah seharusnya seperti itu…
17 Maret 2011 adalah perpisahan besar di hidup saya.. air mata sudah tidak bisa dibendung dengan rasa malu dan segan di hadapan orang-orang yang tidak saya kenal.. Saya menangis sejadi-jadinya, hingga bahu saya naik turun.. Orang-orang memandang saya dengan bingung, beruntung suara mesin mobil yang saya tumpangi menuju Bandung sedikit meredam suara tangis saya..
Saya kehilangan Ayah saya... Sosok yang diam-diam sangat saya patuhi tingkah lakunya.. Kepada sosok itu saya belum pernah mengungkapkan secara lisan bahwa saya sungguh menyayanginya..
Semoga doa-doa yang tidak berhenti dikirimkan ini bisa mewakili lisan yang tidak terucap..
7 bulan kemudian, tepatnya 2 Oktober 2011, takdir yang sangat kontras dengan perpisahan menemui saya.. Pada tanggal itu, seorang laki-laki melisankan ijab untuk menjaga saya seumur hidupnya..
Saya menemukan jodoh saya.. Orang yang empat tahun terakhir sudah saya kenal dengan baik.. Dia adalah juru redam emosi saya dan rel hidup saya..
Kematian dan jodoh adalah dua hal yang sangat berbeda namun disatukan oleh kata Takdir.. Dan 2011 mengajarkan saya tentang bagaimana mengikhlaskan yang harus kembali kepada Sang Pemilik dan bagaimana menjaga yang sedang dititipkanNya..
Well, life is like a book.. Every year has a new page, with adventures to tell, things to learn, pain to heal and tales to remember..
Happy New Year 2012..